Bagaimana Islam memandang Sepak Bola?

Oleh Abu Afifah Zulfikri

Sepak bola, hampir semua orang mengenalnya. Saat ini, gelegar Piala Dunia 2010, hampir terdengar di seluruh pelosok negeri. Saat ini, negeri Nelson Mandela, Afrika Selatan, menjadi sejarah perhelatan sepak bola terbesar di dunia. Bagaimana hukum sepak bola menurut pandangan Islam? Berikut sejumlah pandangan ulama mengenai sepak bola.

Dalam kitab Bughyatul Musytaq fi Hukmil lahwi wal la’bi was sibaq disebutkan, “Para ulama Syafiiyah telah mengisyaratkan diperbolehkannya bermain sepak bola, jika dilakukan tanpa taruhan (judi). Dan, mereka mengharamkannya jika pertandingan sepak bola dilakukan dengan taruhan. Dengan demikian, hukum bermain sepak bola dan yang serupa dengannya adalah boleh, jika dilakukan tanpa taruhan (judi).”

As-Sayyid Ali Al-Maliki dalam kitabnya Bulughul Umniyah halaman 224 menjelaskan, “Dalam pandangan syariat, hukum bermain sepak bola secara umum adalah boleh dengan dua syarat. Pertama, sepak bola harus bersih dari unsur judi. Kedua, permainan sepak bola diniatkan sebagai latihan ketahanan fisik dan daya tahan tubuh sehingga si pemain dapat melaksanakan perintah sang Khalik (ibadah) dengan baik dan sempurna.

Syekh Abu Bakar Al-Jazairi dalam karyanya Minhajul Muslim halaman 315 berkata, “Bermain sepak bola boleh dilakukan, dengan syarat meniatkannya untuk kekuatan daya tahan tubuh, tidak membuka aurat (bagian paha dan lainnya), serta si pemain tidak menjadikan permainan tersebut dengan alasan untuk menunda shalat. Selain itu, permainan tersebut harus bersih dari gaya hidup glamor yang berlebihan, perkataan buruk dan ucapan sia-sia, seperti celaan, cacian, dan sebagainya.”

Bagaimana dengan hukum menyaksikan pertandingan tersebut? Berkaca pada kebolehan bermain sepak bola tersebut, menonton atau menyaksikannya juga diperbolehkan. Tentu saja ada syarat-syarat yang harus terpenuhi.

Menyaksikan pertandingan tersebut diperbolehkan asal bersih dari segala bentuk perjudian dan taruhan, tidak membuka aurat, tidak ikhtilat (campur-baur antara laki-laki dan perempuan), tidak diiringi dengan minuman keras, dan tidak melanggar norma-norma agama lainnya.Dengan demikian, jelaslah hukum dari permainan sepak bola itu. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam telah mengatur segala bentuk kehidupan umat manusia, termasuk dalam hal berolahraga.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS Al-Maidah [5]: 3). Wallahu A’lam

<www.republika. co.id>

nb: sedikit koreksi, dari kitab minhajul muslim yang saya miliki, pembolehan bermain bola dengan syaratnya tsb berada pada halaman 449[minhajul muslim terbitan darul haq, cetakan IV]. semoga bermanfaat.

Posted in Obrolan, Religion, Sport | Tagged , | 2 Comments

Ayah! Shalat Subuh…(tentang rukun Islam yang kedua#2)

Suatu hari seorang anak sedang belajar di sekolahnya, dia baru kelas 3 SD. Di salah satu pelajaran, seorang guru menjelaskan tentang shalat subuh dan dia menyimaknya dengan seksama. Mulailah gurunya berbicara tentang keutamaan dan pentingnya shalat subuh dengan cara yang menggugah, tersentuhlah anak didiknya yang masih kecil itu. Terpengaruhlah seorang anak kecil tadi oleh perkataan gurunya sementara ini dia belum pernah shalat subuh sebelumnya dan juga keluarganya.

Ketika dia pulang ke rumah, berfikirlah dia bagaimana caranya supaya bisa bangun untuk shalat subuh besoknya. Dia tidak mendapatkan caranya selain tidak tidur semalaman sampai bisa melaksanakan shalat subuh. Dia melakukan caranya itu. Dan ketika mendengar azan, bergegaslah dia untuk menjalankan shalat subuh. Tetapi ada masalah bagi anak kecil ini untuk sampai ke masjid karena letaknya jauh dari rumahnya. Dia tidak bisa berangkat sendirian, maka menangislah dia dan duduk di depan pintu. Tetapi tiba-tiba dia mendengar suara sepatu seseorang dari arah jalan, dibukalah pintu dan keluarlah segera dari rumahnya. Nampaknya kakek ini menuju masjid. Anak kecil ini melihat sang kakek dan dia kenal. Kakek ini adalah kakek temannya, Ahmad. Anak kecil ini mengikuti Kakek Ahmad di belakangnya dengan rasa khawatir dan perlahan-lahan dalam berjalan, jangan sampai Si kakek merasa diikuti dan melaporkan dia ke keluarganya dan yang kemungkinan akan menghukumnya. Berjalanlah peristiwa ini seterusnya sampai pada suatu ketika Si kakek dipanggil oleh Allah Pemilik jiwa dan raganya. Si kakek wafat.

Anak kecil mendengar kabar ini, tertegunlah dia dan menangis sejadi-jadinya. Ayahnya sangat heran melihat kondisi seperti ini, kemudian bertanyalah kepada anaknya, “wahai anakku kenapa kamu menangis sampai seperti ini, dia itu bukan teman bermainmu dan bukan pula saudaramu yang hilang?” Anak kecil itu melihat kearah ayahnya dengan berlinang air mata penuh kesedihan, dan berkata kepada ayahnya, “seandainya yang meninggal itu ayah, bukan dia.” Bagai disambar petir dan tercenganglah seorang ayah kenapa anaknya yang berkata dengan ungkapan seperti itu, dan kenapa begitu cintanya anaknya kepada si kakek? Anak kecil menjawab dengan suara parau, “Aku tidak kehilangan dia karena hal-hal yang ayah sebutkan.” Bertambah heran ayahnya itu dan bertanya, “lalu karena apa?” Anak itu menjawab, “karena shalat ayah….karena shalat!” Kemudian anak itu menambahkan pembicaraannya, “Ayah, kenapa ayah tidak shalat subuh? Kenapa ayah tidak seperti si kakek dan seperti orang lain yang aku lihat?” Berkata ayahnya, “dimana kamu melihatnya?” Anak kecil itu menjawab, “di masjid.” Berkata lagi ayahnya, “bagaimana kisahnya?” Maka berceritalah anak kecil itu kepada ayahnya tentang apa yang dilakukan selama ini. Tersentuhlah seorang ayah oleh anaknya, lembutlah hati dan tubuhnya, jatuhlah air matanya, dipeluklah anaknya, dan semenjak peristiwa itu, ayah anak itu tidak pernah meninggalkan shalat satu waktupun dan semuanya dilakukan di masjid.

sumber: www.dakwatuna.com

Posted in Religion | 8 Comments

tentang rukun Islam yang kedua#1

Sebut saja saya : sore bunga
Sebut saja bunga : sore juga ka
Sebut saja saya : lagi ngapain nih…?
Sebut saja bunga : ga ngapa2in
Sebut saja bunga : ka2 ndiri??
Sebut saja saya: udah sholat blom?
Sebut saja bunga : blm heheeh
Sebut saja saya : yee…sholat dulu atuh…^_^
Sebut saja bunga : heheheh lagi mls ka
Sebut saja saya: mls??? :-/
Sebut saja bunga : iy
Sebut saja saya : kok??? :-??
Sebut saja bunga : hehehehehe
Sebut saja saya : lagi mens maksudna 😕
Sebut saja bunga : ga
Sebut saja bunga : emng lagi mls ka
Sebut saja saya : wualah non….sholat kan wajib bagi yg merasa muslim…..bunga muslim tah? ato kak salah :-??
Sebut saja saya : kalo salah mah ya maaph…. 😛
Sebut saja bunga : heheheh bunga muslim kok ka
Sebut saja bunga : emng lagii mls bgt
Sebut saja bunga : heheheheh
Sebut saja saya : nah tuh…ya sholat atuh bunga… 😦 masa ngadep ama yang menciptakan kita aja males…ketemu temen mah baru lah…boleh kita males2an…ini ma pencipta kita lho… 😦
Sebut saja saya : kakak ngingetin aja sie… 😀
Sebut saja bunga : heheheeh ok deh ka
Sebut saja bunga : mksh yah ka udah di ingetin
Sebut saja bunga : bunga tinggal dulu ya
Sebut saja bunga : dah ka2
Sebut saja saya: dah bunga
Sebut saja saya: :-h

###

Malas sholat? Apa sebab?? Dek tofa_zakie mungkin sudah menjawabnya disini

Posted in Religion | 1 Comment

Damai Bersama-Mu

Aku Termenung Di Bawah Mentari
Di Antara Megahnya Alam Ini
Menikmati Indahnya Kasih-Mu
Kurasakan Damainya Hatiku

Sabda-Mu Bagai Air Yang Mengalir
Basahi Panas Terik Di Hatiku
Menerangi Semua Jalanku
Kurasakan Tenteramnya Hatiku

Jangan Biarkan Damai Ini Pergi
Jangan Biarkan Semuanya Berlalu
Hanya Pada-Mu Tuhan
Tempatku Berteduh
Dari Semua Kepalsuan Dunia

~a song: Damai bersama-Mu by Gigi~

notes gw: hmhhh…. damaynya…. jika bersama-Nya! ^^b

*picture taken from here

Posted in pLaylist gw, Religion, Senandung Kehidupan | 3 Comments

Ikan, Laron, dan Semut…

*)
Aku senang, aku senang
Tapi bingung, aku bingung
Aku senang, aku senang
Tapi heran, aku heran…

Dan akupun bertanya..
Pada semua ikan di kolam
Tiadakah kau bosan, disitu…
Dan diapun menjawab,tiada bosan
Walau berada di tempat sekecil ini
Karena ku di sini, setiap hari, bersama Tuhanku

Dan akupun bertanya..
Pada laron-laron berterbangan
Kenapa kau hidup semalam…
Dan Iapun menjawab,Tiada tersiap..
Walau hanya semalam aku hidup di dunia
Karna dalam semalam..
aku hidup, Ku sebut Tuhanku…
back to *)

Dan akupun bertanya..
Pada semut-semut di sarangnya..
Tidakkah kau merasa lelah bekerja…
Dan Dia pun menjawab, Tiada lelah..
Walau sepanjang hidup aku terus bekerja,
Karna setiap saat dalam bekerja, bersama Tuhanku..

Dan ikanpun menjawab,tiada bosan
Walau berada di tempat sekecil ini
Karena ku di sini, setiap hari, bersama Tuhanku

Dan laronpun menjawab,Tiada tersiap..
Walau hanya semalam aku hidup di dunia
Karna dalam semalam,aku hidup, Ku sebut Tuhanku…

Dan semutpun menjawab, Tiada lelah..
Walau sepanjang hidup aku terus bekerja,
Karna setiap saat, dalam bekerja, bersama Tuhanku..

Dan aku bertanya, pada jiwaku
Sejauh apa…hidup tanpa Tuhanmu
Dan aku bertanya, pada hatiku
Sedalam (selama) apa…hidup tanpa Tuhanmu
Dan aku bertanya, pada diriku
Sekeras apa… kerja tanpa Tuhanmu (3x)

~a song: Ikan, Laron dan Semut by Fatih~

notes gw: tafakur alam, menemukan Dia. adakah bersama kita…?? Allah……… aku hilang tanpa-Mu.

*picture taken from here

Posted in be better putri, evaluasi diri, pLaylist gw, Religion, Senandung Kehidupan | 4 Comments

Jalan Lurus…

jalan lurus sepuluh yang mesti ditempuh
yang pertama bahwa Allah maha esa
yang kedua Muhammad rasul kita
yang ketiga cinta ibu cinta ayah kita
yang keempat cinta guru-guru kita
yang kelima cinta tanah air kita

diri kita memancarkan cahya cinta
semoga Allah membimbing kita semua
jalan lurus sepuluh yang mesti ditempuh

yang keenam shalat mari ditegakkan
yang ketujuh Quran baca diartikan
yang delapan sedekah jangan terbawa
yang sembilan puasa penuh keikhlasan
yang sepuluh senyum sopan senantiasa
keramahan perilaku diri kita
semoga Allah membimbing kita semua

~a song: Jalan Lurus by Gita Gutawa~

notes gw: speechless…?? ^_^ ya Allah… Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat[1]. aamiin…

 

[1] Qur’an Surat Al-Fathihah: 5-7

Posted in pLaylist gw, Religion | 3 Comments

ada yang mengganjal di hati ini…

ada yang mengganjal di hati ini…

apa karna yang gw kerjain belakangan ini…. sia-sia…??

ga ada yang sia-sia, Put. selama elo masih berorientasi pada satu prinsip ini: be better and make others better. semuanya ‘kan membawa banyak pelajaran, Put. elo bisa belajar dari setiap orang yg elo temuin. atau memungut kebijakan yang mungkin tercecer. ada hikmah. ada ibroh. insyaAllah… bismillah aja, Put.

tapi ada yang mengganjal di hati ini…

apa karna gw yang udah agak berlebihan??

mungkin iya, Put. maka kuatkan hati elo, Put!

dan kekuatan itu hanya akan datang kalo elo deket ama Dia yang Maha Kuat.

ga ada tawar menawar lagi, Put. kuatkan iman. jaga ritme. ibadah sunnah(palagi yg wajib) jangan kedodoran. muamalah jangan lupa. sapa sodara kanan kiri noh! jadi yg bermanfaat buat org laen, Put.

…cuma itu kuncinya. so far, i think so… mudah2an hati lo legaan, Put…

aamiin.

 

~di sebuah pagi yg agak mendung~

*image taken from here

Posted in be better putri, evaluasi diri, Senandung Kehidupan | 4 Comments